Mitrablogger

JOIN DI BLOG INI

Thursday, October 13, 2011

Cita-cita

Sambil duduk-duduk dalam sebuah senja yang santai, melepas pandang sejauh ufuk-ufukyang menyemburat jingga, aku berkelana jauh ke saat-saat dimana aku masih sangat sangat “muda”.
Awal-awal SMP dulu, semangat untuk belajar dan memahami sesuatu bergelora luar biasa. Seperti kebanyakan orang-orang muda itu kawan, aku selalu ingin berontak dan mendobrak. Waktu “muda” dulu aku ingin mengganti pusat tata surya, menggeser poros bumi, kita ingin mencairkan kutub, teriakan lantang aku seperti bisa menyapu bersih gurun sahara. aku hijau, muda, bersemangat, lantang… dan tentunya juga “baru membaca satu buku”
Dulu itu, penilaian aku yang maha hebat telah dengan sangat brilian menyalahkan semua pandangan yang berseberangan dengan ku. Hidup dimata ku adalah perputaran logika ku dan “buku” ku.
Seperti toge, setelah beroleh kesempatan untuk sejenak mengembangkan aku punya kehidupan, aku mulai melihat dunia semakin berwarna-warna, pelan-pelan betul aku mulai belajar satu hal, lalu belajar lagi lain hal.
Lama-lama “buku” yang kita baca mulai agak banyak. Hidup disini bagi kita adalah perputaran logika “buku” kita, dan “buku-buku lain” yang teman-teman kita baca.
Perlahan dunia sudah mulai tidak terlalu hitam putih. “Kenapa teman kita berbeda warna beda selera” sudah mulai bisa aku cari sela-selanya, tentu saja untuk kemudian aku kritik dengan bahasa yang luar biasa pintar, niat aku dulu itu mulia sekali kan kawan?? “untuk menyadarkan mereka yang belum mengangguk-angguk dengan buku kita”. aku baca “buku” mereka dengan harap-harap cemas untuk mencari dimana kira-kira letak salahnya?
Padahal hidup ku ini kan sepertinya terlalu sayang jika aku tidak sebisa mungkin memulung kebijakan dari banyak orang. Persis seperti aku pintar benar membedakan mana telur mana kotoran ayam, meski keluar dari tempat yang sama toh kita tidak pernah salah ambil atau kemudian menjadi beringas dan radikal menolak semua telur.
Dalam dunia yang berwarna ini, hidup ku adalah perputaran logika untuk belajar dari “buku” kita dan “buku” yang orang lain punya.
Sudah membaca ribuan “buku”??? Bukankah tiba2 orang lain “pintar” dan aku ini “bodoh”??

trimurtiklik

No comments:

Post a Comment